Wujud Kasih Sayang Seorang Ayah Lewat Ayah ASI

B0R2dDKCYAENAND

Air susu ibu atau ASI merupakan cairan bernutrisi alami yang sangat dibutuhkan semua bayi yang baru lahir, hingga berusia 6 bulan. Sayangnya, tidak banyak orang tua yang mengetahui cara pemberian ASI yang benar untuk buah hati mereka. Terlebih banyak mitos seputar pemberian ASI yang membuat ibu muda sulit menyusui bayinya.

Menyadari hal itu, Syafiq Pontoh melakukan gerakan untuk membantu para ibu memberikan ASI. Dalam aktivitas ini, Shafiq berusaha menggerakkan para ayah untuk aktif mendukung pemberian ASI oleh sang ibu. Bagaimana perjuangan Syafiq untuk mencapai misinya itu? Untuk Astra Life, Shafiq membagikan kisahnya.

Shafiq_Pontoh_2

ASI, Cinta Ayah kepada Anak

Peran seorang ayah sebagai pilar dan pelindung keluarga merupakan suatu hal yang tak perlu dipungkiri lagi. Bahkan ayah juga ikut andil dalam perkembangan hingga pembentukan karakter anak. Peran ini sebenarnya bisa dimulai dari saat buah hati lahir, sang ayah bisa langsung terjun untuk memberikan yang terbaik.

Hal tersebut saya alami sendiri sejak kelahiran anak pertama saya, Arkana. Bagaimana usaha saya ingin memberikan yang terbaik untuk putra pertama memang terwujud, namun bukan tanpa halangan. Segala persiapan telah saya lakukan, namun ternyata masih belum siap dengan respon rumah sakit. Sebab kala itu, pemberian ASI atau air susu ibu eksklusif masih sekedar wacana dan hanya tersebar lewat plamfet dan brosur saja. Pada praktiknya, sebagian besar rumah sakit masih mengedepankan susu formula. Dan di kasus yang saya dan istri alami, sang bayi diberikan susu formula tanpa sepengetahuan dan izin dari kami selaku orang tua.

Di sana, kesiapan kami sebagai orang tua mulai diuji. Mendengar pengakuan rumah sakit telah memberikan susu formula kepada Arkana merupakan guncangan kedua yang saya alami saat menjadi ayah. Setelah sebelumnya proses kelahiran Arkana ditunda karena pertimbangan petugas medis dari rumah sakit. Kami pun mendapatkan perlakuan diskriminatif dan tekanan verbal terhadap niat memberikan ASI eksklusif. Belum lagi istri dan anak harus dipisah karena bayi kecil itu divonis menderita penyakit kuning. Tekanan verbal berupa sindiran datang dari pihak rumah sakit saat saya mengirimkan ASI untuk bayi.

Baca juga: Menyambung Kasih Lewat Donor ASI

ayah_asi

Kejadian tersebut membuka mata saya jika susu formula ternyata lebih kejam dari pada rokok, dan menjadi peletup saya untuk berjuang sekuat tenaga membantu anak mendapatkan asupan gizi terbaik dari sang ibu. Apalagi ASI merupakan sumber gizi utama bayi – berisi protein baik dan vitamin – sebelum siap untuk mencerna makanan padat. Sedangkan susu formula merupakan bentuk makanan cair yang seharusnya diberikan kepada bayi dengan catatan khusus atau extreme situation, seperti alergi atau kelainan darah.

I will do with all my power to do ASI campaign” ialah hal pertama yang terbersit dalam benak. Saya memang bukan ayah yang sempurna, saya seperti ayah kebanyakan yang sarat dengan berbagai kekurangan. Namun itu bukan penghalang bagi saya untuk memperjuangkan yang terbaik bagi anak.

Saya juga ingin banyak ayah lain bisa memberikan yang terbaik untuk anak mereka, sejak dini, mulai dari ASI. Karena sesungguhnya proses pemberian ASI tak hanya berada di tangan ibu saja, ayah pun bisa membantu kelancaran proses ini. Oleh sebab itulah, saya melakukan penelitian dan berkolaborasi dengan Asosiasi Ibu Menyusui Iindonesia ASI hingga dipertemukan dengan banyak ayah lain yang memiliki tujuan sama, membantu kelancaran proses ASI eksklusif. Dasi sanalah terbentuklah Ayah ASI.

Ayah ASI sendiri bukan merupakan komunitas tapi lebih ke social movement yang mendukung ASI eksklusif. Bersama para ayah lain, Ayah ASI memberikan ide; diskusi; solusi; dan cerita tentang proses mendukung ASI eksklusif yang penuh tantangan. Salah satunya ialah berbagi ide yang bisa menjadi alternatif agar sang ibu terus bahagia. Karena kondisi ibu bahagia akan memicu hormon oksitosin yang berfungsi untuk memproduksi ASI, hingga produksi susu melimpah. Ragam cerita yang dibagikan oleh para ayah pun akhirnya tertuang dalam buku The Milkmen Diary atau Catatan Ayah ASI pada 2011.

Baca juga: Resep Bahagia Dynna, si Penggagas Gerakan #baliklagikedapur

catatan_ayah_asi

Masih dalam rangka mendukung pemberian ASI eksklusif dan pertumbuhan buah hati, para ayah pun membuat beragam kegiatan bersama anak yang terus berkembang serta berjalan hingga sekarang. Salah satunya ialah Ayah ASI on weekend, di mana para ayah meluangkan waktunya bermain bersama anak. Kegiatan bersama dengan ayah merupakan salah satu kesempatan mendekatkan diri dengan anak sekaligus memberikan waktu kepada ibu untuk istirahat sejenak. Selain terus berbagi ide untuk mendukung ASI ekslusif, kini Ayah ASI tengah memproses buku kedua.

Melalui media sosialnya seperti Twitter (@ID_AyahASI) yang sudah memiliki ratusan ribu follower dan Facebook (AyahAsi) dengan puluhan ribu tersebut mengadakan acara bersama AIMI ASI. Dalam rangka memperingati 7 tahun terbentuknya AIMI ASI dan 3 tahun Ayah ASI diadakan acara SELEBRASI pada 2014 lalu. Bersamaan dengan keriaan acara tersebut Ayah ASI ikut; berhasil mengumpulkan dana untuk diserahkan kepada yang membutuhkan melalui lomba di media sosial. Program beASIswaAyahASI Komunitas Ayah ASI Indonesia jadi salah satu pembuktian keseriusan Ayah ASI dalam mendukung tumbuh kembang anak dalam bentuk bantuan sosial.

Sejak dibentuk empat tahun lalu, Ayah ASI masih dengan komitmen utama mendukung pemberian ASI eksklusif kepada anak. Karena memberikan hal terbaik untuk anak selalu bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Saya berharap jika Ayah ASI bisa menggerakkan semua ayah untuk lebih peduli betapa pentingnya ASI untuk buah hati – kepedulian yang tak hanya harus dimiliki oleh ibu saja. Sehingga anak Indonesia bisa tumbuh optimal, cerdas, dan sehat selalu.

Baca Cerita Tokoh lainnya di sini.

 




« | »
Read previous post:
IMG_0921
Ayah Super Sibuk? Ini Cara Membangun Ikatan dengan Anak

Kesibukan sering kali membuat ayah kesulitan untuk membangun ikatan batin dengan anak. Padahal ikatan batin alias bonding yang terbangun antara...

Close