Welas Asih Ismawanty Mima untuk Anjing Terlantar

DogRescuer

Dog rescuer, begitu Ismawanty Mima menuliskan statusnya di Instagram. Awalnya, Ismawanty tidak memelihara anjing. Dia justru memiliki 45 ekor kucing. Apalagi dia berasal dari keluarga muslim yang taat.

Namun, pada 2009, hati Ismawanty tergerak ketika melihat seekor anjing yang terlantar di dekat rumahnya. “Rasa menolong itu timbul dari hati. Rasa welas asih sesama makhluk Tuhan,” kata wanita berusia 55 tahun tersebut.

Ismawanty akhinya menyelamatkan anjing tersebut. Dia pun merawatnya. Sejak itu, Ismawanty mulai menyelamatkan anjing-anjing yang terlantar, terbuang dan terasingkan. Makin banyaknya anjing yang diselamatkan membuat dia memutuskan untuk membuat penampungan anjing. Sedangkan untuk kucing, dipelihara di rumahnya sendiri.

Kini keseharian Ismawanty tak bisa lepas dari anjing-anjingnya. Ketika tim ilovelife meminta waktu untuk wawancara, dia menjawab, “(Saya) lagi sibuk sama bocah,” sambil menyertakan ikon minta maaf. Bocah yang dimaksud Ismawanty adalah anjing-anjing yang ada di Shelter Melati, penampungan untuk anjing di bilangan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Terkadang Ismawanty menyebut mereka: anak.

Hingga akhir Februari 2018, total sekitar 210 anjing atau anak ditampung di Shelter Melati. Dan jumlahnya bisa terus bertambah. Sebab, hampir saban pekan ada saja anjing telantar yang diselamatkan dan dirawat di Shelter Melati. Meski demikian, ada pula anjing-anjing yang meninggalkan Shelter Melati. Mereka adalah anjing-anjing yang akhirnya menemukan orang tua angkat alias diadopsi.

Soal pengalaman menyelamatkan anjing telantar, Ismawanty punya banyak cerita. Baik duka, maupun suka. Tapi yang paling mengendap di ingatannya ada dua. Pertama, kasus di Bekasi. Dia harus menyelamatkan seekor anjing yang ditahan warga setempat. Bahkan hampir menjadi bulan-bulanan massa.

Ismawanty tergerak bersama para pencinta anjing lainnya untuk membujuk warga sekitar untuk melepaskan anjing tersebut. Usaha tersebut tidak mudah. Apalagi warga setempat sudah kadung percaya anjing itu merupakan penjelmaan babi ngepet. Lewat perundingan alot, akhirnya Ismawanty dkk berhasil menyelamatkan anjing tersebut.

Kasus di Bekasi memang menegangkan, tapi ada satu pengalaman yang paling menguras perasaan Ismawanty, yaitu ketika menyelamatkan seekor anjing jenis Husky. Anjing ini disekap di sebuah kandang kecil dalam kondisi dirantai. Kandangnya berada di lantai 4 yang pengap dan panas. Dia pun tidak diberi makan. Semua terjadi, semata-mata lantaran sang pemilik sudah tidak menginginkannya lagi. “Kondisinya menyedihkan. Lumpuh, malnutrisi, hampir mati,” jelasnya.

Ketika dikeluarkan dari kandang, kedua kaki anjing tersebut tidak dapat berfungsi dengan normal. Karena dibekap dalam kandang kecil, anjing ini terpaksa harus duduk. Walhasil, kaki belakangnya tidak bisa bergerak. Anjing ini hanya mengandalkan dua kaki depannya untuk berjalan.

Setelah berhasil diselamatkan dan dibawa ke Shelter Melati, anjing tersebut kemudian dirawat oleh Ismawanty. Anjing itu diajarkan berjalan. Tidak jarang Ismawanty harus mengajarkan anjing itu berjalan dengan cara merangkak. Dia memperagakan bagaimana seharusnya anjing berjalan agar bisa ditiru.

Anjing itu akhirnya diberi nama Hope. Menurut Ismawanty, namanya mengandung doa agar anjing tersebut tetap memiliki harapan. Harapan untuk hidup dan harapan untuk bisa kembali beraktivitas seperti anjing normal. Doa dalam nama anjing tersebut pun terkabul. Hope akhirnya bisa memfungsikan kedua kaki belakangnya kembali.

Selama mengelola Shelter Melati, banyak tantangan yang harus dihadapi Ismawanty. Apalagi, ia harus mengurus ratusan anjing di penampungan tersebut. Makanan untuk ratusan anak ini harus jadi prioritas Ismawanty. Belum lagi kebutuhan obat dan perawatan lainnya. Karena itu dana operasional Shelter Melati setiap bulan sangat besar.

Tiap bulan, Shelter Melati harus menggaji 9 kennel boy (pengurus anjing) dan satu tukang kebun, yang membantu merawat ratusan anjing. Setiap hari, Shelter Melati butuh 40 kg makanan anjing. Untuk beras, dibutuhkan 50 kg per hari. Ditambah lagi daging ayam sebanyak 25 kg setiap hari. Itu belum termasuk biaya dokter serta perawatan macam sampo, karbol, vitamin, dan obat-obatan.

“Pasti suatu keajaiban kalau saya yang hanya sendirian bisa memenuhi kebutuhan anak-anak. Mana mungkin bisa? Tapi kami yakin Tuhan tidak tidur,” tulis Ismawanty di akun Instagram miliknya.

Kebutuhan operasional Shelter Melati di antaranya berasal dari para orang tua asuh tiap anjing yang diadopsi. Jika Anda ingin ikut berpartisipasi menolong anjing-anjing di Shelter Melati, Anda bisa menghubungi langsung Ismawanty via media sosial. Atau bisa pula datang langsung ke lokasi Shelter Melati. Kalau punya informasi soal anjing telantar, Anda pun bisa menghubungi Ismawanty. “Keinginan saya cuma satu: mereka selamat dan tertolong dari penderitaan,” kata Ismawanty.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda menolong hewan di sekitar yang terlantar? Yuk, cintai hidup dengan berbuat baik bagi sesama makhluk hidup ciptaan Tuhan.

Related Posts

4 Kisah Nyata Pengabdian Dokter: Dari Dokter Sampah hingga Dokter Gelandangan

Redaksi I Love Life mengkompilasi kisah dokter yang memiliki dedikasi tinggi untuk melayani. Misi pengabdian yang dijala...

Pengabdian Dokter Spesialis Gelandangan Michael Leksodimulyo

Sekitar tahun 2009, karier Michael Leksodimulyo terbilang sukses. Posisinya Wakil Direktur Rumah Sakit Adi Husada Undaan...




« | »
Read previous post:
infografis Harga Premi Asuransi
[Infografis] 6 Hal Ini Akan Memengaruhi Premi Asuransi Jiwa Anda

Harga premi asuransi tidak selalu sama untuk semua orang. Cek infografis ini untuk tahu apa saja yang dapat memengaruhi harga premi...

Close