Trik Jitu Diterima Bekerja di Perusahaan Tech Giant

Kerja di Tech Giants

Bekerja di perusahaan teknologi besar menjadi impian banyak anak muda, terutama generasi milenial. Google, Sisco atau Facebook adalah sejumlah perusahaan tech giant impian yang diincar tidak hanya oleh para fresh graduate tapi juga pekerja berpengalaman. Lalu, bagaimana cara menembus proses seleksi karyawan perusahaan-perusahaan besar ini? Mungkinkah orang Indonesia bisa bersaing dengan pelamar kerja dari negara lain? Bisa!

Amanda Surya adalah salah satu dari 50 warga negara Indonesia yang bekerja di kantor pusat Google. Wanita yang menduduki posisi Head of Engineering Program Management ini menjadi satu bukti kalau orang Indonesia bisa diterima di bekerja di perusahaan teknologi ternama. Nah, jika Anda juga tertarik bekerja di tech giant ada beberapa trik yang bisa diterapkan agar cita-cita Anda tercapai. Simak tips berikut ini.

  • Siapkan CV yang menarik

Curriculum Vitae (CV) merupakan representasi Anda di hadapan divisi HR (Human Resources) yang berwenang menilai Anda, pantas atau tidak untuk menjadi karyawan perusahaan tersebut. Jadi, buat CV yang sebagus-bagusnya. Buatlah CV yang menarik, tidak ada typo, ringkas namun menunjukkan kualifikasi terbaik Anda. Jangan sampai CV Anda penuh typo dan berantakan yang akan langsung disingkirkan bagian HR perusahaan.

  • Optimalkan Media Sosial

Saat ini banyak perusahaan akan meminta Anda mencantumkan alamat akun media sosial. Tujuannya, agar mereka dapat mempelajari calon karyawan mereka. Banyak juga yang akan menggunakan mesin pencari Google untuk menyelidiki rekam jejak para pelamar kerja. Karena itu, pertimbangkan baik-baik apa yang akan Anda share melalui media sosial. Sebaiknya bangun reputasi yang baik di akun media sosial yang dapat menonjolkan skill dan kelebihan Anda.

  • Perluas network

Membangun network atau jaringan pertemanan merupakan hal yang juga penting jika Anda ingin bekerja di perusahaan besar. Lewat jaringan pertemanan ini, Anda mungkin bisa mendapatkan informasi lowongan kerja atau direkomendasikan untuk bekerja di perusahaan impian Anda. Jadi, perluas jaringan dengan beragam profesi, jangan hanya dengan individu yang memiliki profesi atau minat yang serupa dengan Anda saja.

  • Be a professional

Anda akhirnya dipanggil untuk interview atau tes kerja di perusahaan impian, selamat! Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Datanglah ke lokasi interview atau tes kerja tepat waktu, kenakan pakaian yang bersih dan terlihat profesional, serta bawa perlengkapan yang diminta. Persiapkan diri sebelumnya agar Anda dapat menjalani wawancara dengan sikap professional, be well prepared agar tidak terbata-bata saat menjawab pertanyaan wawancara.

Tes dan Wawancara kerja Unik ala Tech Giant

Besarnya minat pelamar kerja membuat perusahaan teknologi besar menerapkan proses wawancara kerja yang rumit dengan daftar pertanyaan yang unik pula. Simak saja pengalaman Yuita Arum Sari di blognya (arumsha.wordpress.com) saat menjalani proses interview di Google. Menurut cerita Yuita, proses penerimaan karyawan di Google meliputi beberapa tahap. Kala itu ia menjalani tahap I dan II berupa phone interview yang berlangsung santai. Meski santai, pertanyaan yang diajukan cukup menyulitkan Yuita, karena itu ia menyarankan kandidat yang akan melakukan wawancara untuk bersiap diri. Terutama skill dan pengetahuan yang berhubungan dengan posisi yang dilamar.

Glassdoors Interview Questions and Review sempat meliris beberapa contoh pertanyaan unik yang sering ditanyakan dalam sesi wawancara di perusahaan tech giant. Berikut beberapa contoh pertanyaan unik tersebut:

Pertanyaan untuk menjadi karyawan di Apple: “Apa cara paling kreatif untuk menghancurkan jam?”

Pertanyaan untuk posisi administrative assistant di Google: “Jika Anda diberi satu kotak pensil, buatlah daftar 10 hal yang akan Anda lakukan dengan pensil tersebut!”

Pertanyaan untuk posisi manajer produk di Google: “Kamu harus mendesain telefon untuk tunarungu. Bagaimana caranya?”

Pertanyaan untuk posisi software development engineer di Microsoft: “Jika sebuah piringan berputar pada porosnya, lalu Anda diberi satu set jarum. Jelaskan bagaimana Anda menggunakan jarum tersebut untuk menentukan ke mana arah piringan tersebut berputar?”

Pertanyaan untuk posisi senior manager HRD di Amazon: “Bagaimana Anda menyelesaikan masalah jika berasal dari Mars?”

Pertanyaan untuk posisi karyawan di Microsoft: “Bisakah Anda merancang sebuah elevator?”

Sementara Google, punya cara unik untuk rekrut tim developer mereka. Google bisa ‘menangkap’ calon yang potensial via pencarian kata kunci yang tepat, tentu saja umumnya kata-kata kunci yang berhubungan dengan pemrograman. Mereka dengan cerdas menambahkan tes terselubung pada salah satu hasil search tersebut.

Mereka yang ‘terjaring’ via keyword tersebut akan masuk ke laman google foo.bar dan mendapatkan sejumlah programming challenge yang harus diselesaikan dalam waktu kurang dari 48 jam. Setiap solusi yang diberikan calon programmer akan diuji melalui 5 cara. Mereka yang berhasil melalui tes tersebut, kemudian akan diemail dan mendapat kesempatan untuk wawancara. Uniknya, tidak sembarang orang bisa masuk ke foo.bar. Google melakukan seleksi melalui keyword-keyword yang sering Anda search di keyword dan seberapa relevan hal itu dengan skill yang mereka butuhkan.

Bagaimana, cukup ajaib kan pertanyaan dan cara yang mereka terapkan untuk menjaring karyawan? Pertanyaan-pertanyaan dan tes unik ini bertujuan melihat kreativitas dan kemampuan berpikir out of the box dari para kandidat. Para karyawan perusahaan teknologi besar diharapkan tidak hanya punya skill yang mumpuni, tapi juga kreatif dalam berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menembus kompetisi pelamar kerja di perusahaan tech giant memang bukan hal mudah. Namun, berbekal reputasi dan pengalaman kerja yang berkualitas, cita-cita Anda bisa jadi kenyataan. #AyoLoveLife dan wujudkan cita-cita Anda bekerja di perusahaan tech giant!




« | »
Read previous post:
Jenis-jenis pajak online shop
Yuk, Kenali Jenis-jenis Pajak Bisnis Online Shop

Belanja online sudah menjadi gaya hidup yang tak bisa dipisahkan dari keseharian masyarakat era digital dewasa ini. Dengan menggunakan laptop atau smartphone yang tersambung...

Close