Saat Para Gojek Srikandi Bertarung di Jalanan Jakarta

hasanah

“Yah kok cewek?” Cibiran itu spontan meluncur dari seorang pengguna aplikasi ojek online begitu tahu pengemudi yang akan mengantarnya ternyata seorang perempuan. Hasanah pun menanggapinya dengan santai.

“Coba dulu aja Pak. Kalau memang tidak enak atau saya ugal-ugalan, berhenti di tengah jalan dan cancel. Nggak perlu bayar,” ucapnya dengan penuh kepercayaan diri. Benar saja, sejak menjadi pengemudi GoJek pada Juni 2015, belum ada satu keluhan pun dari para pengguna jasanya, termasuk para lelaki.

Hasanah tak menampik, sangsi hingga sikap merendahkan menjadi salah satu konsekuensi perempuan yang ingin menjalani profesi pengemudi ojek seperti dirinya. “Ya memang 80 persen pelanggan itu masih sangsi kalau cewek yang bawa motor,” ujarnya.

Namun Hasanah dapat membuktikan, para srikandi jalanan pun mampu bertarung secara kompetitif. Ibu dua anak ini berhasil meraih penghasilan hingga Rp15 juta rupiah di bulan pertama bergabung dengan GoJek. Bulan kedua, ia bahkan bisa menggandakan pendapatannya.

Hasanah pun memantapkan diri menjadi pengemudi GoJek secara penuh dan berhenti menjadi SPG salah satu pusat perbelanjaan, tepat setelah Lebaran lalu. Kini usai membereskan rumah dan mengantar putri sulungnya ke TK, ia mulai menelusuri jalanan Ibu Kota dari jam 10 pagi hingga menjelang malam. “Mimpinya sih, saya ingin naik haji bareng sama ibu dan bapak. Sekarang saya lagi renovasi rumah,” ucapnya.

Baca juga: Nadiem Makarim, Frustasi yang Berujung Kesuksesan

Ajeng, srikandi jalanan lainnya yang baru bergabung awal September lalu mengaku maklum dengan stigma kurang positif itu. Bagi beberapa kalangan, profesi sopir ojek saja sudah dianggap kurang membanggakan. Apalagi jika yang menjalaninya seorang perempuan. Ajeng sendiri terlibat perdebatan yang cukup panjang dengan kedua orang tuanya saat memutuskan ingin bergabung menjadi salah seorang srikandi jalanan.

“Ini memang pekerjaan kasar, tapi kan tidak kotor. Aku berusaha meyakinkan mereka, kalau tidak ada penghasilan hidupku akan berantakan,” kata Ajeng yang Agustus lalu terkena PHK lantaran perusahaan media tempat ia bekerja bangkrut. “Hasilnya lumayan, aku bisa beli susu buat anakku, bayar sekolah anakku, dan bisa menyambung hidupku.”

Pertarungan para srikandi jalanan ini semakin sengit saat berhadapan dengan oknum ojek-ojek pangkalan yang merasa terancam oleh kehadiran jasa ojek online. Neda misalnya, pernah sampai dikejar-kejar oleh ojek pangkalan saat menjemput penumpang. Beruntung saat ojek pangkalan itu sadar ia perempuan, mereka justru tertawa dan balik mencibir, “Ealah, perempuan toh.”

Lain waktu ia harus menerima perlakuan kasar saat lupa menanggalkan atribut gojek saat menyambangi red zone,atau daerah yang secara terang-terangan menolak kehadiran jasa ojek online. Sepanjang jalan di daerah Pamulang, Neda mendapat teriakan binatang, sarkas, dan merendahkan. Teriakan itu justru lebih ramai saat mereka tahu ia perempuan. “Itu seram banget. Saya enggak mau lagi ke daerah itu,” ucapnya ibu dua putra ini.

Sebaliknya, Hasanah justru tak jarang melawan sikap tak menyenangkan dari oknum ojek pangkalan. Ia dengan berani mendebat perspektif mereka, bahkan mencoba mengajaknya bergabung dengan GoJek. Seperti kala ia mengambil penumpang di daerah Kalibata dan diusir oleh ojek pangkalan di sana.

“Diajak gabung, mereka nggak mau dengan alasan capek muter-muter lebih enak mangkal, tinggal tunggu,” ujar Hasanah. “Ya sudah terserah tapi aku jangan larang-larang dong. Aku kan butuh makan, keluargaku butuh makan. Kalau aku benar, aku pasti berani. Kalau enggak salah, ngapain takut?” tegasnya.

Hasanah, Ajeng, dan Neda merupakan contoh perempuan kuat yang berani bertarung di jalanan Ibu Kota demi kehidupan dan keluarga mereka.

Baca juga: Dari Juru Parkir, Undang Dirikan Sekolah Gratis




« | »
Read previous post:
reksadana1
Lima Keuntungan yang Bisa Diraih Saat Krisis Moneter

Krisis moneter mungkin hal yang paling menakutkan bagi banyak orang. Terutama bila mengingat pengalaman tahun 1998, saat Indonesia dilanda kerusuhan...

Close