Aplikasi Olahraga, Benar Membantu atau Tidak?

Aplikasi Olahraga

Saat membuka App Store atau Google Play Store, Anda akan dengan mudah menemukan aplikasi olahraga. Ada banyak pilihan tersedia, mulai dari penghitung jumlah langkah, kalori, program diet, panduan olah raga hingga weekly challenges. Bahkan ada aplikasi bertema zombie (Zombie, Run!) yang bertujuan memotivasi Anda agar bersemangat lari pagi.

Banyaknya pilihan aplikasi olahraga bisa jadi malah membuat Anda bingung memilih yang mana yang harus diunduh. Apakah aplikasi semacam ini benar-benar membawa manfaat bagi Anda yang ingin rutin berolahraga?

PLUS

  • Fun dan memotivasi

Aplikasi Zombies, Run! termasuk salah satu yang popular di kalangan pecinta olahraga lari. Dengan efek suara seperti dikejar gerombolan zombie, Anda akan termotivasi untuk berlari lebih cepat yang menjadi tujuan aplikasi ini. Aplikasi olahraga biasanya menyertakan games, fitur interaksi dengan teman agar bisa saling memotivasi, serta panduan olahraga. Bahkan ada pula yang menyediakan resep menu sehat.

  • Komprehensif

Banyak aplikasi olahraga yang tidak menargetkan pada satu jenis olah raga saja. Atau hanya sekedar menghitung jarak lari yang mampu Anda tempuh. Anda bisa menemukan aplikasi berisi beberapa latihan, seperti yoga, pilates dan teknik peregangan sampai teknik relaksasi.

  • Ada feedback

Setelah rajin berolahraga tentu Anda ingin melihat perubahan pada fisik dan skill olahraga, nah feedback ini biasanya tersedia dalam aplikasi. Feedback atau umpan balik akan sangat membantu Anda untuk merubah intensitas latihan agar mendapatkan hasil sesuai keinginan. Lewat fitur feedback, Anda bisa melihat pola latihan dan pola makan yang selama ini dilakukan, sehingga Anda akan termotivasi untuk memprioritaskan kesehatan.

MINUS

  • Tidak personal

Meski meminta data pribadi seperti umur, jenis kelamin, berat dan tinggi badan, aplikasi olahraga tidak memperhitungkan ciri fisik, kelebihan dan kekurangan fisik penggunanya. Akibatnya, risiko terkena cidera atau kebutuhan nutrisi yang tidak sesuai dapat saja terjadi. Tapi tetap saja aplikasi lebih murah dibandingkan menggunakan jasa pelatih pribadi atau ahli gizi.

  • Fokus pada kuantitas

Umumnya aplikasi olahraga bekerja dengan mengukur jarak lari, jumlah kalori yang dikonsumsi atau berapa banyak Anda telah menurunkan berat badan. Buat sebagian orang, data ini berguna sekali untuk mendorong mereka untuk terus berolahraga. Tapi buat sebagian lagi, angka-angka ini justru terasa seperti beban. Tanpa mereka sadari bahwa angka-angka ini tidak selalu berhubungan dengan perubahan positif yang telah didapatkan tubuh berkat rajin berolahraga.

Sebelum memilih aplikasi olahraga yang ingin Anda unduh, ada baiknya pastikan dahulu aplikasi tersebut didesain untuk siapa (umur, tingkat kemampuan olahraga) dan hasil yang dijanjikan apa saja. Karena setiap aplikasi olahraga akan memberi hasil berbeda pada tiap pengguna. Yang berhasil untuk teman Anda, bisa jadi akan memberi hasil berbeda pada Anda. Gunakan aplikasi olahraga untuk membantu Anda berlatih dengan tetap memperhatikan kemampuan tubuh, ya.

#AyoLoveLife dengan menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga rutin.

Related Posts

Tips Menjaga Kesehatan Mata bagi Pengguna Aktif Gawai

Tahukah Anda? Di era digital ini, orang menghabiskan lebih banyak waktu menatap layar ponsel, gawai, ataupun komputer di...

Cegah Penyakit ISPA dengan Menggunakan Masker

Tingkat polusi di kota-kota besar di Indonesia makin meresahkan. Buruknya kualitas udara yang kita hirup setiap hari ini...

Tidur Berkualitas dengan Clean Sleeping ala Gwyneth Paltrow

Gwyneth Paltrow dikenal sebagai selebritis yang konsisten menerapkan pola hidup sehat. Baru-baru ini, aktris pemenang Os...




« | »
Read previous post:
DogRescuer
Welas Asih Ismawanty Mima untuk Anjing Terlantar

Dog rescuer, begitu Ismawanty Mima menuliskan statusnya di Instagram. Awalnya, Ismawanty tidak memelihara anjing. Dia justru memiliki 45 ekor kucing....

Close