Tips Jadi Menteri Keuangan Rumah Tangga yang Tidak Pernah Dipecat

43754798_M

Keuangan menjadi salah satu hal krusial dalam membina rumah tangga. Kondisi keuangan yang stabil, menjadi fondasi yang kuat bagi keluarga. Dalam sebuah rumah tangga, istri memiliki peranan yang cukup krusial dalam mengatur keuangan. Sebuah survei yang dilakukan oleh Money.co.uk menemukan bahwa perempuan dianggap lebih cermat mengelola keuangan, apakah itu keuangan pribadi maupun rumah tangga.

Sebagai ‘Menteri Keuangan’ dalam rumah tangga, istri memiliki tiga peranan utama. Mulai dari membuat perencanaan, mengatur aset dan tanggungan (termasuk utang), hingga mengatur perilaku ekonomi keluarga. Berat? Memang terlihat berat ketika kita menjabarkan tugas tersebut satu per satu. Pada kenyataannya, hampir semua istri telah melakukannya.

Ya, pada dasarnya setiap istri telah melakukan tugas sebagai menteri keuangan–baik tercatat maupun tidak. Istri membuat perencanaan ketika menentukan akan menyekolahkan anak di mana dan menentukan bagaimana akan menjalani masa pensiun. Istri mengatur aset dan tanggungan saat menerima uang (dari gaji sendiri atau pemasukan suami) dan membayar tagihan. Istri mengatur perilaku ketika membuat keputusan pengeluaran sehari-hari.

Sama halnya dengan tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang Chief Finance Officer alias Direktur Keuangan di dalam sebuah perusahaan, hanya saja dalam konteks yang berbeda. Lalu bagaimana Anda bisa mengoptimalkan fungsi dan menjalani tugas dengan lebih baik? Langkah-langkah di bawah ini akan membantu Anda.

Tahap Awal

Ibarat sebuah perusahaan, kondisi keuangan keluarga pun bisa dibagi menjadi dua tahap; tahap awal atau berkembang. Di tahap awal, tugas Anda lebih mendasar, yakni mengatur pemasukan dan pengeluaran untuk berjalan lebih seimbang. Ini yang bisa Anda lakukan:

  • Pahami portfolio keuangan

    Mengetahui kondisi keuangan perusahaan merupakan hal pertama yang dilakukan seorang Direktur Keuangan sebelum menerapkan strategi keuangan. Cara ini bisa Anda terapkan di rumah dengan membuat portfolio pendapatan Anda maupun pasangan termasuk isi tabungan. Kemudian juga ketahui dengan baik jumlah utang kartu kredit, pinjaman bank, cicilan rumah atau mobil. Setelah itu ketahui secara umum berapa yang Anda keluarkan setiap bulan untuk urusan operasional rumah tangga. Portfolio ini harus mencantumkan semua aset yang bernilai, pendapatan tetap, tabungan, utang dan semua pengeluaran. Dengan demikian sejak awal Anda bisa mengetahui kondisi keuangan berada di tingkat minus, cukup atau surplus.

  • Susun anggaran

    Dalam sebuah perusahaan, anggaran memegang peranan penting. Inilah menjadi pondasi jalannya operasional perusahaan. Dalam rumah tangga, rencana keuangan atau anggaran membuat Anda bersikap realistis dalam pengeluaran. Anggaran yang realistis bisa dibuat dengan menginventaris semua operasional rumah tangga yang memerlukan pengeluaran. Misalnya listrik, transportasi, biaya sekolah, belanja makanan, belanja pakaian, dll. Buat secara terperinci demi memastikan Anda tidak meninggalkan satu hal pun.

  • Mengatur arus kas

    Dalam mengelola keuangan perusahaan, pendapatan itu penting. Namun jauh lebih penting adalah mengendalikan pengeluaran. Ini pula yang perlu diterapkan dalam mengatur keuangan rumah tangga. Setelah mengatur budget, catatlah pengeluaran keluarga setiap bulan, sesuai kategori pengeluaran. Agar Anda tetap bisa memantau pengeluaran vs budget setiap saat, manfaatkan aplikasi di smartphone atau laptop. Beberapa aplikasi pengatur keuangan yang kami rekomendasikan adalah: Expensify, Toshl Finance,Goodbudget, Pocket Expense, dan Expense Tracker.

39592118_M

  • Menjaga aktiva lancar

    Sebuah perusahaan akan sangat mengandalkan aktiva lancar dalam operasionalnya. Tak hanya dalam bentuk uang kas, tetapi juga investasi jangka pendek atau yang bersifat sementara yang dapat dimanfaatkan jika uang kas tidak dapat memenuhi kebutuhan operasional. Pun demikian halnya dalam rumah tangga. Meski tabungan adalah sesuatu yang menumpuk dan tidak dapat menghasilkan nilai tambah, tabungan tetap penting sebagai dana darurat. Banyak pakar keuangan menyarankan untuk memiliki dana darurat yang mencukupi kebutuhan hidup 6 bulan. Dana darurat ini dialokasi untuk berbagai situasi genting dan mendadak. Untuk itu alangkah bijaknya Anda menyisihkan minimal 30% dari pendapatan di awal untuk ditabung. Artinya, di saat Anda menerima gaji maka segera sisihkan 30% untuk ditabung. Selain itu lakukan pula investasi jangka pendek seperti surat berharga, logam mulia, deposito, atau kurs mata uang asing.

  • Mengontrol utang

    Kalkulasi terlebih dulu budget sebelum Anda berutang untuk suatu barang atau keperluan. Jika utang melebihi kemampuan finansial, maka hanya akan membuat Anda kesulitan saat melunasinya. Tahapan kalkulasi ini sebaiknya diikuti dengan membuat prioritas utang. Keperluan esensial seperti urusan rumah sakit, pendidikan, atau tempat tinggal bisa saja menjadi prioritas dalam berutang. Kebalikannya, hindari berutang untuk keperluan tersier atau ketika kalap mata di pusat perbelanjaan. Selama ini berutang dengan kartu kredit? Bisa dipertimbangkan kembali jumlah kartu kredit yang ada di dompet. Sebaiknya cukup gunakan satu kartu kredit yang berfungsi untuk kondisi darurat.

  • Proteksi yang tepat

    Seperti halnya karyawan adalah aset perusahaan, dalam rumah tangga setiap anggota merupakan aset berharga. Sehingga, pastikan kesehatan mereka tidak terganggu karena pengobatan dapat menyerap uang kas Anda dan mengganggu keuangan. Untuk itu, diperlukan asuransi kesehatan yang dapat menjamin biaya kesehatan anggota rumah tangga. Asuransi jiwa untuk kedua orang tua serta asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga merupakan kebutuhan dasar. Asuransi jiwa dapat membantu keuangan keluarga, seandainya kemungkinan buruk terjadi pada Anda dan pasangan. Misalnya kecelakaan yang menyebabkan Anda dan pasangan tak dapat bekerja a tau bahkan kematian. Maka alangkah bijaknya jika Anda memproteksi diri Anda, pasangan dan anak dengan asuransi yang tepat sesuai kebutuhan.

    Misalnya Asuransi ASLI Rencana Optima dari Astra Life. Asuransi ini dapat memberi perlindungan sekaligus hasil investasi yang menguntungkan. Lewat tipe investasi unit link ini, Anda hanya perlu membayar asuransi di dua tahun pertama, sehingga dana Anda akan berkembang lebih cepat. Selain itu, Anda juga bisa memperoleh bonus loyalitas sebesar 25% dari premi dasar, pada akhir tahun ke-10 dan ke-15.

Baca Juga: Tips dan Trik Cermat Belanja dengan Siasat Diskon

Tahap Pengembangan

Ketika semua hal yang perlu dilakukan di tahap awal sudah dijalani dengan baik, saatnya Anda melakukan pengembangan atas dana yang tersisa. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Investasi

    Untuk menjamin operasional perusahaan dalam jangka panjang, investasi merupakan hal yang amat penting. Anda dapat menerapkan hal yang sama untuk keuangan rumah tangga. Anda tidak perlu buru-buru khawatir uang lenyap saat berinvestasi. Fokus berpikir bahwa investasi menjadi pendapatan pasif keluarga dengan manfaatnya di jangka panjang. Besaran pendapatan yang bisa Anda investasikan minimal 20%. Pilihlah investasi yang sesuai dengan kemampuan dan kepribadian Anda, antara lain reksa dana, saham, properti, atau tanah. Perhitungkan dengan matang nilai tambah yang bisa Anda peroleh dari investasi ini sehingga bisa memberi pendapatan pasif untuk jangka panjang.

  • Mengembangkan aset

    Peran Direktur Keuangan dalam perusahaan juga mencakup pengembangan aset. Pun dalam keluarga. Aset adalah segala sesuatu yang bisa mengalirkan uang ke kantong Anda. Coba sebutkan aset apa saja yang dimiliki. Mulai dari aset likuid seperti tanah, rumah, mobil, hingga aset nonwujud seperti obligasi, saham, reksa dana. Lihai mengembangkan aset-aset yang dimiliki, maka Anda pun bisa mempunyai pendapatan lain selain gaji bulanan. Rumah maupun mobil yang tidak digunakan bisa disewakan. Reksa dana yang dibayarkan per bulannya bisa dinaikkan preminya. Bisa dibayangkan pundi-pundi Anda terus terisi dari aset-aset yang ada tanpa Anda harus meninggalkan rumah.

Setelah semuanya Anda lakukan, diskusikan dengan pasangan untuk bersama-sama menjalankannya dengan disiplin. Tidak ada salahnya juga Anda mengajarkan anak Anda untuk cerdas dalam belanja dan mengelola keuangan. Siap mengelola keuangan keluarga dengan lebih bijak? Mari mulai sekarang dan rasakan manfaatnya dalam beberapa tahun ke depan!




« | »
Read previous post:
43031610_M
Beladiri untuk Perempuan? Ini Rekomendasi Tempatnya!

Aktivitas masyarakat urban masa kini yang tinggi, terutama di kota besar seperti Jakarta, menuntut perempuan untuk lebih aktif dan independen....

Close