Marzuki Kill The DJ, Tinggalkan Popularitas Demi Misi Mulia di Kampung Halaman

Marzuki Kill The DJ

Ketika banyak orang mengejar popularitas dan uang, dia justru bergelut dalam aktivitas sosial. Mulai dari mengajar di Kelas Inspirasi yang dibidani Yayasan Indonesia Mengajar di Sleman pada 2013 hingga menggagas pagelaran amal bertajuk ‘Gugur Gunung untuk Sinabung’ di Yogyakarta, awal 2014. Belum lagi Konser Amal untuk Solidaritas Palestina yang diprakarsainya kala Juli 2014.

Sejatinya, ia bukan relawan sebuah lembaga sosial aktivis lembaga swadaya masyarakat. Melainkan pencari nafkah dari dunia tarik suara, musik hiphop. Namanya Mohammad Marzuki, panggilan bekennya Marzuki ‘Kill The DJ’.

Setelah sibuk wara-wiri di Yogyakarta, Jakarta hingga New York, kini Marzuki mulai menengok kampung halamannya di Klaten, Jawa Tengah. Lelaki yang akrab disapa Juki ini punya misi mulia. “Saya ingin memajukan petani desa saya,” ujar dia.

Ide memberdayakan petani di Klaten muncul ketika dia sedang tampil bersama Jogja Hiphop Foundation di luar negeri. Sukses di mancanegara justru membawa pikiran pria yang tidak tamat Madrasah Aliyah Negeri ini pulang ke kampung halaman. Setelah berpikir keras, dia memutuskan untuk membesarkan pertanian di Klaten. Lahir dan besar sebagai anak petani membuat pendiri Jogja Hip Hop Foundation ini paham seluk beluk dunia sawah.

Baca juga: Hackaton, Usaha Hackers Lindungi Petani dari Tengkulak ‘Nakal’

Penyanyi hip-hop yang terkenal lewat album Poetry Battle ini pun sadar dengan potensi yang dimiliki kampung halamannya. Yakni sebagai salah satu lumbung beras di Jawa Tengah. Selama 2009-2013, Klaten selalu surplus beras dengan rata-rata 60.833 ton per tahun.

Untuk mengawali proyek mulianya, Marzuki menggarap lahan sang ayah di Dusun Banjarsari, Desa Kokosan, Klaten. Sebelum mengajak petani lain, anak dari pasangan H Soepartijo dan Siti Sapariyah ini ingin terlebih dulu memberikan contoh dengan bertani di lahan sendiri. “Buat saya, menjadi contoh itu lebih baik,” kata dia.

Setelah itu, Marzuki menentukan target petani yang akan digandeng dalam proyek tersebut. Dia memutuskan untuk mengajak para petani muda. Sebab, sulit mengajak petani yang sudah tua untuk mengubah metode bertani. Sedangkan petani muda lebih terbuka terhadap cara baru.

Dia akhirnya membentuk Serikat Petani Muda. Tujuannya untuk menciptakan generasi petani baru yang mandiri. Serikat Petani Muda rutin berdiskusi mengenai metode produksi, pemasaran yang mandiri, dan lain sebagainya. Hingga kini, sudah ada 25 orang yang tergabung dalam Serikat Petani Muda.

Baca juga: Aplikasi Limakilo untuk Kehidupan Petani Lebih Baik

Marzuki KIll The DJ
Marzuki KIll The DJ

Konsep yang ditawarkan Marzuki adalah dalam satu lahan pertanian, semua sumber daya dapat dioptimalkan. Petani bisa memelihara ayam petelur di sekitar lahan pertanian. Dengan skala kecil, seorang petani bisa memproduksi sepuluh telur ayam per hari. Jika ada lahan yang kosong juga bisa dimanfaatkan menjadi kolam untuk memelihara lele. Sedangkan di sekeliling kolam lele bisa dipakai menanam sayur yang bisa panen per dua minggu.

Selain menggali potensi alam, pemasaran produk juga menjadi fokus Serikat Petani Muda. Para petani diajarkan cara mengemas produk yang baik. Begitu pula dengan penjualan barang secara mandiri tanpa harus ke swalayan. Marzuki juga membebaskan pemuda untuk mengakses internet di rumahnya untuk mencari segala informasi tentang pertanian.

img_3155

Tahun depan, pelantun ‘Jogja Istimewa’ ini menargetkan membangun pusat studi pertanian desa yang khusus mempelajari pertanian terintegrasi. Pusat studi tersebut diharapkan membantu petani agar panen setiap hari dan bisa menjual produksinya secara mandiri. Untuk proyek pusat studi ini, dia berharap bisa bekerja sama dengan para akademisi juga dari pemerintah setempat.

Penyanyi yang pernah manggung di Amerika Serikat pada 2010 ini ingin pemuda di desanya tidak berbondong-bondong meninggalkan kampung halaman mereka untuk pindah ke kota mencari pekerjaan. Harapannya, para pemuda lebih memilih tinggal dan memajukan desanya. Aktivitas Marzuki membangun kampungnya mengingatkan kita agar ‘kacang tidak lupa pada kulitnya’ alias jangan pernah lupa asal-usul kita.

Baca Cerita Tokoh lainnya di sini.




« | »
Read previous post:
separated
Bagaimana Cara Bangkit Setelah Perceraian

Setiap perpisahan selalu berat, entah itu perceraian atau perpisahan dengan orang-orang terkasih. Mungkin Anda akan merasa sulit tidur atau malah...

Close