7 Langkah Finansial Agar Resolusi Bisa Terealisasi

resolusi finansial

Saat liburan akhir tahun, kita kerap menyusun daftar resolusi yang akan kita lakukan tahun depan. Resolusi ini dapat berupa hal yang belum tercapai di tahun lalu, atau hal baru yang ingin kita wujudkan di tahun mendatang. Nah, agar resolusi tak sekadar impian, kita perlu merinci cara mencapainya sehingga dapat menjadi revolusi.

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan demi mencapai mimpi finansial di tahun 2017.

1. Pengelolaan arus kas

Menurut Mohamad Andoko, perencana keuangan OneShildt Financial Planning, pengelolaan arus kas perlu dilakukan agar kita mengetahui pos-pos pengeluaran kita.

Dalam hal pajak, biasanya karyawan menerima gaji berupa take home pay berupa penghasilan setelah dipotong pajak. Untuk mengetahui besarnya pajak yang kita bayar ke pemerintah Anda bisa melihat bukti potong pajak yang ada di formulir Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) 1721 A1 bagi karyawan swasta dan 1721 A2 untuk pegawai negeri sipil (PNS).

Selain pajak, bagaimana cara kita mengetahui pos pengeluaran lain? Beberapa orang mungkin mengandalkan rekening koran untuk mengetahui arus pengeluarannya. Namun, rekening koran ini hanya mencatat jumlah uang yang kita tarik dari rekening dan tidak mencatat detail pos pengeluaran untuk uang yang ditarik tersebut.

“Maka, untuk mengetahui pengeluaran dan mengelola arus kas, kita perlu rajin-rajin mendokumentasikan pengeluaran kita,” ujar Andoko kepada tim ilovelife. Tujuan dari mengelola arus kas ini, kata Andoko, ialah untuk mengontrol pengeluaran sehingga penghasilan kita tidak defisit atau pas-pasan.

Baca juga: 8 Hal yang Anda Pikir Bikin Untung Ternyata Malah Jadi Buntung

2. Mengelola dan merapikan pajak

Setelah mengelola arus kas, kita perlu untuk mengelola dan merapikan pajak. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan menunda penghasilan di tahun mendatang agar kewajiban pajaknya pun dapat ditunda ke tahun depan. Artikel Forbes pada Desember 2016 menyebutkan, jika Anda orang yang bekerja secara mandiri alias self-employed atau seorang konsultan, maka hal ini mungkin Anda lakukan. Sebab, kedua profesi tersebut memungkinkan Anda mengontrol pengiriman invoice kepada klien sehingga Anda dapat menunda pencatatan penghasilan ketimbang mereka yang berprofesi sebagai karyawan swasta atau PNS.

Yang perlu diingat, strategi ini hanya baik dilakukan jika Anda memprediksi pajak Anda di tahun mendatang akan sama atau lebih rendah daripada tahun sekarang. Namun, jika Anda memprediksi pajak yang Anda tanggung tahun depan akan lebih tinggi, maka sebaiknya Anda mencatat penghasilan di tahun sekarang.

Pengelolaan pajak juga dapat diterapkan ketika Anda hendak membeli saham. Pastikan Anda tidak membeli saham ketika perusahaan tersebut akan membagikan dividen. Sebab, ketika Anda menerima dividen, maka Anda akan dikenakan pajak. Sehingga, boleh jadi imbal hasil yang Anda peroleh dari dividen akan tergerus oleh pajak yang harus Anda bayar.

Di Indonesia sendiri, Anda dapat merapikan pajak dengan memanfaatkan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty yang diadakan hingga Maret 2017 mendatang. Dalam periode tersebut, Anda dapat mendeklarasikan aset atau harta yang selama ini belum tercatat di SPT untuk menghindari sanksi administrasi di masa mendatang.

3. Pengelolaan kredit

Jika Anda memiliki kredit, baik itu kredit konsumer, kredit pemilikan rumah (KPR), maupun kredit kendaraan bermotor (KKB), maka penting untuk memastikan agar kredit yang kita miliki tidak gagal bayar. Karenanya, pastikan Anda disiplin melakukan pembayaran kredit saat gajian. Ini bisa dilakukan dengan melakukan auto debet pos-pos penting, termasuk cicilan kredit, ketika kita menerima gaji. Besarnya kredit yang sehat ialah maksimal 30% dari penghasilan. Jika ternyata kredit yang kita miliki lebih dari itu, maka kita harus menutup sebagian kredit atau menambah penghasilan.

66552677 - close up of finger on keyboard button with resolution 2017 word

4. Pengelolaan tabungan dan investasi

Setelah mengalokasikan penghasilan untuk membayar cicilan kredit, maka pos selanjutnya yang perlu dialokasikan langsung pada saat gajian ialah tabungan atau investasi. Menurut Andoko, besarnya tabungan dan investasi yang sehat ialah minimal 10% dari penghasilan.

Baca juga: Kenali 5 Mitos Investasi dan Tips Mengakalinya

Untuk meminimalisir pajak dan biaya, ada baiknya kita berpikir untuk berinvestasi jangka panjang. Karena, jika kita melakukan investasi jangka pendek, maka kita akan terjebak dalam trading yang menelan lebih banyak pajak dan biaya.

5. Persiapkan proteksi

Jika Anda memiliki aset, maka proteksi adalah hal yang perlu dipersiapkan untuk menghindari pengeluaran yang membengkak di kemudian hari. “Kalau kita memiliki mobil, maka kita perlu membeli asuransi mobil,” terang Andoko. Membeli asuransi mobil ini sama halnya dengan melakukan lindung nilai. Ambil contoh, jika terjadi kerusakan dengan mobil yang menelan biaya perbaikan sebesar Rp 5 juta, maka kita cukup membayar sebesar premi asuransi sebesar Rp 300.000 per bulan.

Selain asuransi umum, pastikan pula Anda memiliki asuransi jiwa yang mencakup penyakit kritis sebagai warisan yang dipersiapkan untuk orang terkasih. Asuransi jiwa ini umumnya dimiliki oleh pencari nafkah. Uang pertanggungan yang diberikan oleh asuransi jiwa bermanfaat memastikan keluarga yang ditinggalkan dapat melanjutkan hidup seperti sedia kala walaupun pencari nafkah telah wafat.

6. Lakukan alokasi aset

Jika Anda memiliki aset, pastikan aset tersebut tersebar di beberapa produk atau bentuk. Hal ini berguna untuk mendiversifikasi risiko. Sebagai contoh, jika Anda memiliki uang Rp 100 juta, Anda bisa menempatkan Rp 50 juta pada deposito dan Rp 50 juta pada saham. Di akhir tahun, evaluasilah nilai aset yang Anda tempatkan tersebut. Apabila nilai aset Anda di saham berkembang menjadi Rp 70 juta dan di deposito menjadi Rp 55 juta, berarti total aset Anda di akhir tahun telah mencapai Rp 125 juta.

“Dalam posisi ini, Anda perlu menyeimbangkan aset Anda menjadi masing-masing 50% kembali. Tujuannya, jika indeks saham turun, maka Anda sudah menyelamatkan sebagian keuntungan Anda di pasar modal ke deposito,” terang Andoko. Selain itu, menyeimbangkan aset juga berguna untuk menghindari risiko kerugian yang lebih dalam di kemudian hari. Dalam tahap ini, Anda juga dapat melepaskan portofolio investasi yang tidak menguntungkan dan mempertahankan portofolio investasi yang menguntungkan.

7. Rencanakan transfer aset

Jika Anda sudah mengorganisir seluruh aset Anda, hal selanjutnya yang perlu dilakukan ialah memikirkan bagaimana caranya mentransfer aset tersebut ke orang yang tepat ketika Anda tutup usia. Anda dapat memilih orang yang tepat sebagai ahli waris, baik itu anak, orang tua, saudara kandung, atau kerabat lainnya.

Baca juga: Ini 7 Alasan Mengapa Warisan Tidak Perlu Tabu Dibicarakan

Hal ini bisa dilakukan dengan mempersiapkan surat wasiat dan segala dokumen pendukung yang dibutuhkan agar ahli waris dapat dengan mudah mendata aset apa saja yang Anda transfer. Mempersiapkan surat wasiat ini juga berguna untuk menghindari persengketaan yang mungkin timbul jika Anda tutup usia.

Nah, setelah mengetahui tujuh aspek penting di atas, semoga Anda dapat mengubah resolusi menjadi revolusi. Saatnya Jalani Mimpi dengan revolusi 2017.




« | »
Read previous post:
makanan penambah imunitas
Tetap Fit di Musim Hujan dengan Makanan Penambah Imunitas Tubuh

Musim hujan identik dengan flu dan penyakit lainnya. Seperti kata bijak, sedia payung sebelum hujan, maka sudah sepatutnya Anda menjaga...

Close