4 Cara Jitu Hadapi Bos Baru di Kantor

39045701_L

Meli, begitu ia biasa disapa. Perempuan 34 tahun ini bekerja pada perusahaan PR ternama di Ibu Kota. Bertahun-tahun menjadi jembatan perusahaan besar berskala internasional, karirnya pun cemerlang. Namun semua mendadak berubah kala kantor pusat mendatangkan bos baru. Berasal dari negara lain, sang atasan memiliki cara berpikir dan budaya kerja yang berbeda. Mau tak mau, Meli dan rekan sekantornya harus beradaptasi menghadapi si bos.

Nah, bagaimana cara tepat menghadapi bos baru di kantor? Lebih ekstrim lagi, jika bos baru tersebut berasal dari negara yang berbeda dengan kultur kerja yang berbeda pula? Berikut terdapat tips universal yang bisa diterapkan.

1. Pelajari Gaya Kepemimpinan Bos Baru

Menurut Michael Watkins, penulis buku The First 90 Days: Critical Success Strategies for New Leaders at All Levels, Anda harus jeli dan pintar berstrategi ketika berhadapan dengan bos baru. Sebab jika salah cara, bisa jadi karier yang telah Anda bangun susah payah, hancur dalam sekejap.

Dalam tulisan Watkins, Anda harus mempelajari gaya kepemimpinan sang bos baru tersebut. Caranya, buat janji bertatap muka selama 10 menit. Momen ini bisa Anda manfaatkan untuk memperkenalkan diri secara pribadi. Juga memberikannya gambaran mengenai pekerjaan yang sudah Anda perbuat untuk perusahaan.

Selain itu, pertemuan ini bisa memperjelas ekspektasi antara Anda dan bos baru. Anda pun bisa mengetahui tujuan utama sang bos. “Dengan begitu, Anda dan bos bisa memulai kerja sama dengan komunikasi yang baik,” kata pengajar Harvard Business School tersebut.

Selanjutnya, ketika memperkenalkan diri atau sepanjang Anda bekerja sama dengan bos baru, janganlah sesekali Anda menjelekkan atasan sebelumnya. Meskipun hanya dengan kalimat sederhana, seperti “Saya senang Anda di sini untuk membereskan pekerjaan secara lebih baik.” Bila itu terjadi, maka bos baru bisa saja menilai Anda berupaya mengalihkan kesalahan.

Daripada membahas kesalahan atau kejelekan orang lain, baiknya Anda membahas kondisi perusahaan. Baik dari segi peluang maupun hambatannya. Dengan demikian, Anda bebas dari cap tukang komplain atau penjilat, serta mendapatkan kepercayaan bos.

Terakhir, agar komunikasi dengan sang bos tetap terjaga baik, tanyakanlah bagaimana ia ingin berkomunikasi mengenai urusan kantor. Apakah melalui surat elektronik, telepon, atau bertemu langsung. Serta, seberapa banyak ia memerlukan interaksi dengan Anda untuk membahas pekerjaan. “Cara ini seperti memberikan sinyal positif kepada bos baru bahwa Anda sangat senang bekerja dengannya,” ujar Watkins. “Siapa tahu, promosi jabatan bisa Anda raih dalam waktu singkat.”

2. Tingkatkan Persepsi Positif

Nah, setelah mulai mengenal karakter bos, sebaiknya mulai meningkatkan persepsi positif bos baru akan diri Anda. Sebab sadar atau tidak, banyak bos yang membuat penilaian berdasarkan pengamatan mereka akan kontribusi si karyawan.

Seperti dikutip dari moneycrashers.com, meningkatkan persepsi positif adalah dengan terlihat lebih produktif dibanding karyawan lain. Tetapi, tidak dengan menjadi penjilat di kantor. Apa saja caranya? Pertama, sebaiknya Anda datang ke kantor lebih awal dan jangan pernah terlambat. Berpakaianlah dengan baik, pantas dan sopan sebab karyawan dengan cara berpakaian lebih baik dibanding karyawan lain biasanya juga lebih baik dalam bekerja.

Kedua, jangan pernah membawa kehidupan pribadi di kantor. Ingat, Anda harus fokus bekerja, jadi sebaiknya menelpon keluarga atau teman dilakukan di tempat serta waktu privat. Kurangi pula bercanda dengan rekan sekerja. Sehingga Anda tidak terkesan menganggur di mata sang bos.

3. Menunjukkan Kualitas Diri

Masih menurut moneycrashers.com, Anda juga harus proaktif meningkatkan persepsi mengenai kinerja yang berguna bagi perusahaan. Misalnya, rajin membaca majalah perdagangan atau bergabung dengan grup-grup industri untuk memperkuat referensi pembelajaran Anda. Dengan demikian, Anda akan memiliki basis pengetahuan yang kuat. Tidak hanya pada bidang yang kerjakan saat ini, tapi dalam konteks yang lebih luas.

Menjadi proaktif juga bisa Anda lakukan untuk menaikan nilai di mata bos. Misal, memberikan ide orisinil atau menjadi karyawan yang selalu tertantang untuk membesarkan nama perusahaan. Penuhi waktu tenggang atau deadline Anda, dan selesaikanlah tugas sebelum jatuh tempo.

4. Mencintai Pekerjaan

Bila merasa kurang nyaman dengan posisi di bawah bos baru, janganlah Anda langsung berpikir negatif. Ada baiknya, Anda terus berpikir positif. Jangan pula sering mengeluh mengenai pekerjaan. Sebab mengeluh tidak akan pernah menjadi solusi, malah Anda akan dicap sebagai tukang drama.

Coach Career dan social enterpreneur Rene Suhardono mengatakan bahwa banyak orang mengeluh mengenai pekerjaannya tapi tetap saja tidak mengajukan resign kerja. Padahal mengeluh tidak pernah menjadi solusi. Pilihannya hanya ada dua, resign kerja atau cintai pekerjaan Anda.

Yang perlu Anda ingat, pada bulan-bulan pertama si bos baru menjabat, biasanya ingin sekali memastikan bahwa pekerjaan sudah sempurna dan tak ada hal kecil yang terlewatkan. Bila ia selalu menuntut Anda untuk membuat laporan sesering mungkin tentang proyek yang sedang dikerjakan, ikuti saja keinginannya. Hal ini bukan berarti dia tidak mempercayai Anda. Tapi sebagai atasan baru, ia ingin mendapatkan kepastian bahwa semua berjalan di jalur yang benar dan sesuai prosedur.

Karena itu, belajarlah memprioritaskan semua tugas yang Anda terima. Bila perlu, bekerjalah lembur. Sebab kadang, bos memberikan banyak pekerjaan hanya untuk mengetes sejauh mana kemampuan Anda untuk menyeimbangkan semua pekerjaan tersebut. Jadi, semangatlah!




« | »
Read previous post:
Safrina_Rovasita__kerudung_hitam__bersama_murid_SLB_Yapenas_Yogyakarta
Kisah Safrina, Penderita Cerebral Palsy yang Berjuang Meraih Mimpinya Lewat Pendidikan

Anak-anak di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yapenas Yogyakarta sibuk menggelar tikar di halaman. Sabtu pagi adalah waktunya makan bersama. Lontong...

Close