• Love Life
Program Pencatatan 1,500 Akta Kelahiran Anak Rentan di DKI Jakarta 289, Akta Kelahiran Sebagai Langkah Awal Wujudkan Mimpi

Program Pencatatan 1,500 Akta Kelahiran Anak Rentan di DKI Jakarta 289, Akta Kelahiran Sebagai Langkah Awal Wujudkan Mimpi


Jakarta – Plan International Indonesia bersama dengan PT ASTRA AVIVA LIFE (Astra Life) mewakili Aviva kembali menyerahkan akta kelahiran gratis kepada 289 anak rentan pada 28 Januari 2016 di Kantor Dinas Pencatatan Sipil DKI Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang dilakukan Plan Indonesia dan Aviva bekerja sama dengan Kemendagri, Kemensos dan Bappenas dalam program ‘Pencatatan 1.500 Akta Kelahiran Anak Rentan di DKI Jakarta’.

Penyerahan 289 akta kelahiran kepada anak jalanan (rentan) di Jakarta ini merupakan program lanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilakukan pada fase pertama pada tahun 2012 – 2014. Pada fase kedua ini ditargetkan minimal 1.500 akte kelahiran dibagikan pada proyek yang diinisiasi oleh Plan International UK dan Aviva Plc UK yang dijalankan oleh Plan International Indonesia serta diawasi oleh Astra Life selaku bagian dari Aviva Group di Indonesia.

“Pada fase pertama di tahun 2012 – 2014 lebih dari 1.800 anak jalanan sudah mampu kami berikan kepada anak-anak rentan di Jakarta, kami menargetkan 1.500 lagi pada fase kedua yaitu pada tahun 2015-2017” ujar Isni Ahmad, Communication Manager Plan International Indonesia.

Pencatatan akta kelahiran menjadi isu yang cukup mengundang kepedulian banyak pihak di dunia, sebab akta kelahiran merupakan catatan sipil pertama bagi seseorang untuk mendapatkan hak-hak dasarnya dari sebuah Negara. Seperti hak akan kesehatan, pendidikan, keamanan dan lainnya yang didapatkan ketika mendapatkan selembar kertas tanda legalitas seseorang tersebut.

Di Indonesia sendiri, belum lama ini Menteri Dalam Negeri menyampaikan bahwa sekitar 70% masyarakat Indonesia masih belum memiliki akta kelahiran. Sedangkan di Jakarta, ada lebih dari 5,000 anak jalanan (rentan) yang belum memiliki catatan sipil tersebut.

Pada kesempatan terpisah, Windy Riswantyo, Head of Marketing & Branding Astra Life menambahkan bahwa pencatatan akta kelahiran untuk seorang anak merupakan hal krusial karena hal ini dapat menghambat seorang anak untuk bisa meraih mimpinya. “Tidak punya akta, berarti tidak tercatat secara legal. Lalu, bagaimana bisa mendapatkan jaminan kesehatan? Pendidikan gratis? Dan jaminan sosial lainnya?,” lanjut Windy.

Permasalahan tersebutlah yang menjadi alasan utama program ini kembali dilakukan. Baik Plan maupun Aviva percaya bahwa nantinya usaha mulia ini bisa membantu anak-anak jalanan di Indonesia untuk berani bermimpi dan mewujudkannya sehingga bisa mencintai hidup di masa depan.

 


Head Corporate Communication Astra Life, Wahyuni Murtiani saat serah terima 289 akta kepada anak rentan

 


Dua anak rentan penerima 289 Akta kelahiran Januari 2016

 


Bersama para peserta penerima 289 Akta Kelahiran

 


Pembicara Kepala bidang Pencatatan Sipil, Plan International Indonesia, Astra Aviva Indonesia, ISCO Foundation

Share this article:
Jenis kelamin dan saya tahun. saya butuh untuk